Skip to main content

Berguru pada diri sendiri | hidup diri | belajar


Mengerti apa yang diberi sang maha pencipta ??
Mempelajari hakikat pada diri ??
Menjalani hidup dengan jalan hidup diri ??

Lihatlah sekarang pada kondisi Anda saat ini… kemudian jawablah dengan hati Anda pertanyaan berikut :
  • Apakah Anda sudah puas dengan keadaan Anda sekarang ???
  • Sudah tercapaikah yang Anda impikan dan rencanakan dari dulu ???
  • Anda ingin berusaha, tapi Anda merasa tidak memiliki MODAL ???
  • Sudahkan Anda menghasilkan sesuatu yang bisa Anda banggakan ???
  • Apakah Anda sudah bisa membahagiakan orang yang Anda cintai, orang tua, istri, anak Anda atau siapapun yang Anda cintai ??? Sudahkah Anda memberi yang terbaik untuk mereka ???
  • Apakah Anda merasa selalu gagal dalam berusaha, padahal Anda merasa berjuang sekuat tenaga ??? Apa yang Anda lakukan tidak sesuai dengan apa yang Anda cita-citakan.
  • Apakah Anda merasa tidak bisa apa-apa, karena Tuhan memberikan Anda tubuh yang tidak sempurna ???
  • Apakah Anda merasa belum bisa memfungsikan panca indera untuk dapat meraih kesuksesan ???

JIka Anda mengalami itu, buku ini tepat buat Anda. Buku ini akan mengajak kita untuk menyelami diri kita, Berguru kepada diri kita. Mencari KELEMAHAN diri kita dan merubahnya menjadi KEKUATAN, membuka sedikit rahasia Hakikat Tuhan Menciptakan Panca Indera dan Hati kita.

Dengan mengetahui hakikatnya, maka kita akan dapat lebih positif dalam memandang diri kita, lebih mensyukuri apa yang telah Tuhan titipkan pada kita. Dengan kita menyadari dan mengetahui Hakikat Tuhan Menciptakan Panca Indera dan Hati, maka kita akan bisa memfungsikannya secara lebih maksimal untuk meraih kesuksesan dunia dan akherat.
Mengenal Diri

Pernahkan Anda bertanya pada diri Anda sendiri dengan satu pertanyaan sederhana “Siapakah saya ???”
Jika Anda belum pernah, tanyakan pada diri Anda sekarang. Jawaban apa yang Anda dapat ???
Mungkinkah jawaban Anda ada disalah satu jawaban yang diberikan oleh orang-orang yang saya jadikan responden untuk buku ini,
Tapi dari semua jawaban yang diberikan, ada satu kesimpulan, kita adalah makhluk Tuhan. Tuhan telah menempatkan kita di dunia ini, tentunya bukan tanpa alasan. Mungkin ada ribuan atau jutaan alasan mengapa Tuhan menciptakan kita, dan salah satu pengertian yang pernah penulis dapatkan adalah untuk beribadah. Karena suatu saat kita pasti akan kembali kepada-Nya.

Tuhan telah menciptakan kita, untuk mengolah dunia dan seisinya. Apakah Tuhan membiarkan kita, tanpa membekali kita dengan modal yang dapat membuat kita agar dapat tetap bertahan hidup.
Kita ibaratkan, seorang raja yang akan berperang pasti akan membekali prajuritnya dengan senjata yang mencukupi, agar bisa menang, agar semua tetap dapat bertahan hidup.
Demikian juga Tuhan yang Maha Tahu diatas segalanya, pasti telah membekali kita dengan modal yang banyak. Mulai dari Tubuh dan Panca Indera serta hati. itu adalah MODAL utama yang Tuhan berikan kepada kita.
Apa hanya dengan tubuh dan hati kita cukup untuk menjadi SUKSES, jawabnya adalah lebih dari cukup. dan hasilnya bisa lebih dari apa yang kita bayangkan. Tapi, kenapa kita yang memiliki Tubuh, Panca Indera dan hati masih belum bisa sukses ?, Masih belum bisa mewujudkan apa yang kita inginkan ??

Salah satu jawabannya adalah karena kita belum tahu Hakikat Tuhan menciptakan Tubuh kita, panca indera kita dan hati kita sehingga kita tidak bisa mewujudkan apa yang menjadi impian kita.

Tak Kenal Maka Tak Sayang
Mungkin kita sering banget mendengarkan istilah ini, kira-kira apa yang ada dibayangan kita pada saat mendengar istilah itu ?. Dari istilah sederhana itu, kita sudah tahu bahwa untuk bisa mengolah diri kita, dan kemudian memfungsikan setiap kemampuan yang ada didalam diri kita, kita harus lebih dulu mengenal diri kita. mengenal jiwa kita. Jika kita tidak pernah mencoba mengenal diri kita, maka kita tidak akan pernah tahu diri kita. Jika kita tidak bisa mengenal diri kita dengan baik, bisa dipastikan bahwa kita akan bingung, mau kemana kita?? dan apa yang harus kita lakukan ??
Jika saat ini kita masih merasa bingung dengan apa yang harus dilakukan, itu adalah salah satu ciri bahwa kita masih belum mengenal dengan baik diri kita.
Apa yang akan terjadi jika kita tidak mengenal dengan baik diri kita ???
  • Kita tidak akan pernah bisa menjadi lebih baik jika kita tidak pernah mengenal diri kita.
  • Kita tidak akan pernah bisa menjadi orang yang pintar, jika kita tidak mengenal diri kita dengan baik.
  • Kita tidak akan pernah menjadi sukses jika kita tidak mengenal diri kita.
  • Dan masih banyak buruk hal lain yang dapat menimpa kita jika kita tidak bisa mengenal diri sendiri.
Seseram itukah ??? Ya.
Kenapa ???
Karena tidak ada orang lain yang lebih mengenal diri kita, selain diri kita sendiri. Sedekat apapun orang lain mengenal kita, dia hanya mengenal “kulit” kita. Yang lebih mengenal diri kita, sampai ke relung jiwa terdalam adalah diri kita.

Yang menjadi pertanyaan Sudahkah kita mengenal diri kita dengan baik ?? Atau malah kita tidak pernah memperhatikan diri kita, tapi lebih sering untuk memperhatikan orang lain ?? Memperhatikan diri kita yang penuh dengan kekurangan, dan menatap orang lain seolah selalu penuh dengan kelebihan.
Kadang kita lebih suka memperhatikan orang lain yang seolah bisa meraih apa yang dia inginkan dengan mudah. Dan kita lebih sering untuk melihat diri kita, selalu penuh dengan kekurangan, sulit untuk mewujudkan apa yang kita impikan.
Jika hal ini yang terus dilakukan ?? Apa yang terjadi ??
Kita akan menjadi orang dirugikan, karena kita tidak akan pernah bisa berubah, tidak akan pernah sukses. dengan kata lain adalah, KITA MENJADI TIDAK SUKSES, KARENA KITA YANG MEMBUAT DIRI KITA MENJADI TIDAK SUKSES.

Pikiran apa yang akan berkembang di otak kita jika kita masih beranggapan, bahwa orang lain selalu sukses dan kita selalu gagal ?, :

  • Pesimis dan merasa tidak punya kemampuan
  • Kolot
  • Melihat orang lain lebih hebat, dan melihat diri sendiri selalu sengsara.
  • Merasa Tuhan tidak adil
  • Susah di ajak maju karena selalu merasa tidak bisa apa-apa
  • Negatif thingking
  • Merasa semua jalan rejekinya tertutup, dll.

Sehingga akan menghasilkan tindakan :
  • Kerja seenaknya yang penting tidak nganggur.
  • Malas berfikir sehingga tidak bisa berkembang
  • Malas melakukan inovasi, yang penting usahanya jalan, cukup buat makan.
  • Tidak memiliki tanggung jawab, dll.

Bisa jadi, salah satu penyebab kita belum sukses adalah kita masih berfikir dan bertindak seperti itu.

Makna apa yang tersirat di pikiran Anda pada saat membaca tulisan diatas ?? Otak Anda pasti berfikir dan mengartikan “Perubahan tidak ada dimanapun”.

Sekarang perhatikan kembali tulisan berikut. Apa yang terlintas di pikiran kita ?? Saya yakin otak kita langsung berfikir “Perubahan Sekarang ada di Sini”

Dari satu kalimat yang sama, hanya memindahkan salah satu hurufnya saja bisa menghasilkan kalimat yang berbeda dengan makna yang sangat jauh berbeda. Diata kita hanya memindahkan huruf W dari kata WHERE, ke kata NO, dan itu sudah membuat artinya berbeda. Dari No = Tidak menjadi NOW = Sekarang.

Perubahan sekarang ada disini, kata “disini” berarti mengarah pada kondisi dimana saat ini kita berada. saya lebih suka mengartikan kata disini adalah di dalam diri.

Benar !!, perubahan ada disini, didalam diri ini.Artinya semua akan kembali ke diri kita sendiri, Apakah Anda ingin berubah atau Tidak ?

Sebaik apapun lingkungan di sekitar kita, jika kita tidak ingin berubah, maka kita tidak akan pernah berubah. Tapi sebaliknya, seburuk apapun lingkungan dan berapapun banyaknya kekurangan kita, jika kita ingin berubah, maka akan berubah.

Perubahan ada di sini, berarti semua takdir dan nasib tergantung pada kita sendiri. Kita yang ingin berubah, kita juga yang harus membuat sebuah perubahan. Jika kita tidak melakukan perubahan maka kita tidak akan pernah bisa berubah. Betapa banyak orang yang ingin bisa merubah orang lain, tetapi pada kenyataannya mereka tidak bisa, kenapa ?? Karena mereka sendiri belum merubah diri sendiri. Kemudian kita mulai menyalahkan, menyalahkan nasib, menyalahkan keadaan, dan yang terparah jika kita sudah menyalahkan Tuhan.

Ada satu cerita yang saya kutip, dari sebuah seminar yang pernah saya ikuti, sebuah kisah sederhana, tapi kita mungkin bisa mengambil sedikit hikmahnya.
Kisah Elang dan Ayam

Seorang petani menemukan sebutir telur elang dan menempatkannya bersama telur ayam yang sedang dierami. Setelah menetas, elang itu hidup dan berperilaku seperti anak ayam
Pada suatu hari, ia melihat seekor elang yang dengan gagah terbang mengarungi angkasa. ”Wow, luar biasa !!! Siapa kah itu ??” tanyanya penuh kekaguman. “Itulah elang, raja segala burung “, sahut ayam lainnya.
Kalau saja kita bisa terbang ya, pasti luar biasa !!”
Para ayam menjawab ”Jangan mimpi..ia makhluk angkasa, sedang kita makhluk bumi.kita hanya ayam.”
Demikianlah elang itu, terus menjalani hidupnya, makan dan minum sebagai seekor ayam.

Jika kita tidak ingin berubah, kita ibaratkan elang. Dia tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Jika kita tidak mengenal diri kita dengan baik, kita juga tidak ada bedanya dengan elang.

Kita tidak akan pernah mengerti kelebihan kita, jika kita belum mengenal diri sendiri. Kita tidak akan pernah bisa melakukan perubahan apapun, jika kita tidak mengetahui diri kita. Kita tidak akan pernah bisa mengembangkan potensi luar biasa kita, jika kita tidak mengetahui potensi kita.

Mulailah mempersiapkan diri untuk berubah, mulai sekarang. Karena perubahan itu dari diri kita. Berhentilah untuk melihat kekurangan diri. tapi, Mulailah melihat kekurangan diri kita dan ubahlah itu menjadi sebuah kekuatan.

Ngomong sih gampang, Kamu kan tidak tahu kondisi saya !!, Coba kalau kamu berada dalam kondisi seperti saya, apa mungkin masih bisa berbicara seperti ini ??” Mungkin ada yang masih berfikiran seperti ini.

Saya memang tidak tahu kondisi Anda, seberapa parahkahkan kondisi Anda. Seberapa miskinkah Anda. atau mungkin saat ini Anda tidak diciptakan dengan fisik yang lengkap, atau apapun itu. saya tidak tahu !

Dan juga sebaliknya, Anda tidak pernah tahu kondisi saya yang sebenarnya. Tidak tahu seperti apakah saya memperjuangkan masa depan saya, berapa kali saya telah jatuh bangun dalam merintis usaha. Berapa kali saya mengalami kerugian sampai kondisi minus, dan itu menyakitkan. Sampai akhirnya saya bisa seperti sekarang, menulis buku yang sedang Anda baca. Saling berbagi pengalaman. Dan perlu Anda tahu, saya pun sedang berjuang mewujudkan impian saya.

Tapi perbedaan saya dan Anda adalah, saya tetap optimis. Saya masih bisa melihat banyak peluang yang bisa saya kembangkan. Saya masih bisa bermimpi, dan berjuang mewujudkan impian saya. Saya masih bisa berubah, karena saya menginginkan perubahan dalam hidup saya. Dan saya telah merasakan sedikit hakikat Tuhan menciptakan Panca Indera dan Hati, dan saya sangat syukuri itu.

Meskipun dalam kondisi miskin ?? Ya
Meski Tuhan menciptakan kita cacat fisik ?? Ya,
Meski usaha saya sedang bangkrut ?? Ya
Meski sampai saat ini kita belum bisa mewujudkan impian kita ?? Ya

Kita tidak pernah tahu, Tuhan menuliskan takdir atau nasib kita seperti apa. Tapi yang kita tahu, adalah kita harus terus berdoa, berusaha, dan berusaha. Adalah kebohongan jika kita ”merasa” tahu bahwa ini adalah takdir kita. Apa itu bukan salah satu cara menyalahkan Tuhan. Menyalahkan Tuhan atas kemiskinan yang kita alami, padahal itu adalah akibat dari kita yang tidak mau berusaha dengan sekuat tenaga.

Menyalahkan Tuhan atas segala kemalangan yang menimpa kita, padahal itu adalah karena kita tidak pernah belajar, dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Padahal Tuhan membiarkan kita berbuat salah, adalah agar kita menjadi lebih tahu, dan bisa belajar menjadi lebih baik lagi dari kesalahan yang kita lakukan.


Kembali renungkan, apakah kita sudah berkeinginan berubah ?? Jika jawabnya YA. Apa yang telah kita lakukan untuk membuat kita berubah ?? Sudahkah kita berjuang dengan sekuat tenaga dan pikiran ?? Atau setelah kita berkeinginan kita untuk berubah, kita kembali menjalankan kehidupan kita seperti biasa, seperti orang yang tidak ingin berubah ??

And harus berubah !!! Kenapa harus ?? Karena masa depan orang-orang yang ada dicintai ada di tangan kita. Kita memang bisa hidup miskin, apa Istri anda bisa, kalaupun Istri kita mau mengikuti kita hidup miskin, apa anak-anak kita bisa ?? Kalau anak-anak kita bisa, apa ya kita sebagai orang tua tega melihat mereka hidup dalam kemiskinan ??

Yakinlah, sedikit perubahan pada diri kita, akan membuat takdir yang berbeda, dan kita tidak pernah tahu, takdir Tuhan seperti apakah yang tertulis untuk kita. Yang terpenting adalah, kita harus merubah diri kita, pola pikir dan tindakan kita.

Jika kita berkeinginan berubah maka, kita sudah mulai mengerti tentang diri kita. Semudah itukah ?? Ya. Karena keinginan kita untuk berubah adalah keinginan dari hati kita. Keinginan kita untuk peduli kepada orang lain, keinginan kita untuk dapat membahagiakan orang yang kita cintai. Itu berarti, kita telah mulai mengerti tentang diri kita, kita mulai mengerti bahwa perubahan kita akan menentukan masa depan kita dan orang-orang yang kita cintai.

  Demikian artikel yang pernah saya baca dan sedikit tambahan dari pelajaran hidup saya.. 
   Mualam........

Comments